Mengukur Kemampuan Software House dengan CMM

Salah satu hal yang dapat dijadikan acuan untuk mengukur kematangan sebuah software house dengan menggunakan CMM (Capability Maturity Model).

pada CMM, kematangan tersebut dibagi menjadi 5 bagian yaitu :

  1. initial, mendengarkan client dan langsung membuat software tanpa kejelasan alur
  2. repeatable, sudah tebiasa dalam pembuatannya walau tanpa dokumentasi
  3. defined, sudah memiliki dokumentasi yang jelas / SOP untuk kasus tertentu
  4. managed, dapat menyesuaikan / memprediksi kasus yang mungkin terjadi menggunakan SOP atau alur kerja yang sudah ada.
  5. optimizing, sudah mencapai tahap untuk terus mengoptimasi proses kerja.

jadi pada tingkat manakah software house anda?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s